Pulling At The Heartstrings (ind)

Rhonda Swan

Sebuah usaha amal membawa musik ke telinga anak-anak kurang beruntung di Bali. Kami berbincang dengan pendirinya, Rhonda Swan dan Ryan Whitewolf tentang Heart Strings Project.

Hi Ryan dan Rhonda. Bisa beritahu kami tentang inisiasimu, dari mana idenya dan apa tujuan yang kalian harapkan?

Rhonda: Heart Strings Project adalah sebuah visi yang diciptakan Ryan Whitewold dan saya setelah percakapan kami tentang dampak yang dimiliki musik terhadap perkembangan jiwa manusia, terutama anak-anak.

Ryan Whitewolf: Sebenarnya kami ingin memberdayakan anak-anak yatim piatu dan anak-anak kurang beruntung di Bali yang memiliki bakat di bidang musik, membantu mereka mengembangkan bakatnya untuk mendukung kehidupan mereka di masa depan, dan sebagai alat untuk mengekspresikan diri mereka dan mentransformasi emosi mereka ke dalam kesenian.

Usaha amal ini berawal dari pengalaman pribadi kalian berdua, betulkah?

Ryan: Benar. Saya dipisahkan dari ibu saya saat saya berumur enam minggu, jadi ini benar-benar project yang sangat menyentuh untuk saya. Pengalaman saya membawa banyak sekali emosi dan musik menolong saya untuk meredam emosi itu ke dalam keindahan, dan saya ingin memberikan kesempatan itu kepada yang lainnya.

Rhonda: Menjadi seorang ibu dan hidup di Bali selama enam tahun terakhir, hati saya ditarik ketika saya mempelajari bahwa ada ribuan anak yang tinggal di jalanan dan di tempat pembuangan di Bali dan ratusan anak yatim membutuhkan bantuan. Kami ingin melakukan sesuatu, jadi ketika saya dan Ryan mengetahui S.O.S Children’s Villages Bali dan karya mereka, kami mempresentasikan sebuah ide kepada Raja Kerambitan tentang sebuah usaha amal untuk menolong anak-anak yatim piatu dan memberikan mereka kesempatan bermain dan belajar musik. Lahirlah Heartstrings Project.

Rhonda Swan

Apa lagi hal penting untukmu dengan inisiasi ini?

Ryan: Kami sangat ingin menciptakan sesuatu yang dapat melestarikan tradisi Bali. Saya pikir kita semua sadar akan dampak pengaruh luar yang terjadi pada pulau ini, jadi kami ingin tergabung dalam sebuah project yang tidak hanya mendukung anak-anak kurang beruntung, tapi juga membantu melestarikan tradisi dan musik lokal Bali.

Rhonda: Kekuatan musik, melalui kesempatan mengekspresikan emosi, tidak hanya memberikan anak-anak ini perasaan rumah di dalam diri mereka, tapi juga bisa memberdayakan keturunan, budaya, dan bahasa mereka.

Apa yang telah kalian capai sejauh ini?

Rhonda: Acara amal pertama kami adalah untuk membuat program musik bagi anak-anak yatim di desa anak-anak SOS di Bali. Acaranya sangat sukses dan mendapat 250 juta rupiah. Kami sangat berterimakasih kepada para sponsor dan donatur (@sababaywinery, @hanaleiswan, @jemmebali). Kalau kamu ingin membantu dan mendukung kami, kamu juga bisa berdonasi melalui www.heartstringsprojects.com

Ryan: Sumbangan yang diberikan dipakai untuk membeli instrumen baru untuk @sundaram.string dan untuk perkembangan sekolah musik anak. Sebagai ganti instrumen barunya, @sundaram.string akan mendonasikan enam bulan kelas gitar dan violin untuk anak-anak desa S.O.S di Puri Kerambitan setiap minggu. Program ini berfokus pada kurikulum tentang musik tradisional Bali.

Rhonda: Memberdayakan kebudayaan, memberdayakan anak-anak yang berbakat di bidang musik, secara potensial memberikan mereka alat untuk mendukung kehidupan mereka di masa depan, dan membantu mereka mentransformasikan emosi mereka ke dalam seni… Itu lah Heartstring Project.

www.heartstringsprojects.com

Follow Us On Instagram